Home Profile Sekolah Sejarah Membangun Bangsa Membangun Manusia

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini21
mod_vvisit_counterKemarin68
mod_vvisit_counterMinggu ini309
mod_vvisit_counterBulan ini1931
mod_vvisit_counterAll383607
Membangun Bangsa Membangun Manusia PDF Print E-mail
Written by YAM   
Monday, 31 January 2011 19:55

Ir. H. Buchori Nasution

mantan Ketua Yayasan Al Muslim

 

Sebagaimana kita ketahui bahwa maju mundurnya suatu bangsa bukan terlalu tergantung kepada sumber daya alamnya, tetapi sangat erat sekali dengan potensi sumber daya manusia yang dimiliki bangsa itu.

Bukan hanya kemampuan fisik dan intelektualnya tetapi juga akhlaqnya.Jumlah penduduk, luas daerah, potensi kekayaan alam, berbagai hasil tambang dan hutan, flora dan faunanya adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada Bangsa Indonesia.

Tapi apakah kita pandai mensyukuri nikmat itu?Tidak ada warisan yang lebih berarti bagi anak cucu kelak, kecuali kita dapat memberikan kepadanya pendidikan yang baik, yang kelak dapat memanfaatkan segala potensi yang Tuhan berikan demi kemaslahatan masyarakat, bangsa dan negara.

Melihat hal ini semua, maka dapat kita simpulkan bahwa faktor utama dalam membangun bangsa adalah "membangun manusia". Prioritas utamanya penyempurnaan akhlaq dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

Last Updated on Wednesday, 16 February 2011 20:30
 
Copyright © 2018 SMA Insan Cendekia al muslim. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
 

Hadist

Website SMA Al muslim tersedia juga dalam model 2016 yang dikelola khusus oleh Tim IT, kunjungi alamatnya di http://almuslim.sch.id/sma

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra : Rasulullah Saw pernah bersabda, “perbuatan yang engkau lakukan tidak akan menyelamatkan engkau dari api neraka”, mereka berkata, “bahkan engkau sendiri ya Rasulullah?” Nabi Muhammad Saw bersabda, “bahkan aku sendiri, kecuali Allah melindungiku dengan kasih dan rahmatNya. Oleh karena itu lakukanlah perbuatan baik sepatut mungkin, setulus mungkin, sedapat mungkin dan beribadahlah kepada Allah pada pagi dan sore hari, pada sebagian dari malam hari dan bersikaplah al-qashd (mengambil pertengahan dan melaksanakannnya secara tetap)