Main Menu

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini49
mod_vvisit_counterKemarin86
mod_vvisit_counterMinggu ini761
mod_vvisit_counterBulan ini1464
mod_vvisit_counterAll415807
Perpustakaan Baitul Hikmah PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 10 January 2019 11:28

Konsentrasi Islam dalam mewujudkan peradaban ilmu melalui tradisi buku sangatlah besar. Dibawah support Rasulullah para sahabat begitu giat melakukan aktivitas penulisan dan pendokumentasian karena mengetahui betul betapa ilmu harus diikat dengan tulisan agar dapat diwariskan, dan dipelajari bagi generasi penerusnya.


 

Perpustakaan besar Islam yang pertama kali didirikan adalah Daarul Ulum atau Baitul Hikmah pada awal abad IX M oleh Khalifah Harun Al-Rasyid. Baitul Hikmah sendiri didesain sebagai perpustakaan sekaligus universitas yang bertujuan untuk membantu perkembangan belajar, mendorong penelitian, dan mengurusi terjemahan teks-teks penting. Kehadiran Baitul Hikmah telah mendatangkan efek yang penting bagi kehidupan intelektual pada zaman itu, serta menjadi pusat referensi dunia.

 

Para sejarawan mencatat kurang lebih 36 perpustakaan yang diiventarisir untuk didirikan kembali setelah Baitul Hikmah dihancurkan bangsa Mongol. Perpustakaan Baitul Hikmah segera digantikan oleh kota-kota penting di Mesopotamia, Syria. Asia Tengah, Mesir dan Iran. Hal ini menunjukkan betapa ilmuan Islam menjadikan perpustakaan sebagai sentral peradaban yang benar-benar menjadi urat nadi perkembangan Islam.

 

Bentuk per pustakaan yang dikemban gkan oleh ilmuwan-ilmuwan Islam juga tergolong baru. Penguasa kerajaan tidak membatasi siapa saja untuk berinteraksi dengan buku, baik dengan cara meminjam, menyalin, menterjemahkan, dan lain sebagainya.


 Peradaban Islam telah melahirkan perpustakaan-perpustakaan bermutu sepanjang sejarah. Aksesnya yang terbuka lebar untuk siapa saja
mendorong perubahan dunia sedemikian cepat. Perpustakaan Baitul Hikmah di Bagdad memiliki koleksi buku sekitar 400 hingga 500 ribu buku. Perpustakaa.

khalifah dinasti Fatimiyah di Kairo jumlah seluruh buku yang ada mencapai 2.000.000 buku.

 

Perpustakaan ini berisi berbagai macam ilmu antara lain Al-Qur'an, astronomi, tata bahasa, lexicography dan obat-obatan. Pada Perpustakaan Darul Hikmah di Kairo mempunyai 40 lemari yang tiap lemarinya bisa memuat sampai 18.000 buku. Selain itu, diperpustakaan ini juga disediakan segala yang diperlukan seperti tinta, pena, kertas dan tempat tinta. Perpustakaan Al-Hakam di Andalus dengan Jumlah buku didalamnya sebanyak 400.000 buku, Perpustakaan ini mempunyai katalog-katalog yang sangat teliti dan teratur mencapai 44 bagian, di perpustakaan ini terdapat pula para penyalin buku yang cakap dan penjilid-penjilid buku yang mahir.

 

Perpustakaan Bani Ammar di Tripoli berisi buku-buku yang langka dan baru di zamannya, perpustakaan ini mempekerjakan orang-orang pandai dan pedagang-pedagang, untuk menjelajahi negeri-negeri guna mengumpulkan buku-buku yang berfaedah dari negeri-negeri yang jauh dan wilayah-wilayah asing.     

 

Jumlah koleksi bukunya mencapai 1.000.000, di perpustakaan tersebut terdapat 180 penyalin yang menyalin buku-buku, pada masa itu juga terdapat banyak perpustakaan pribadi. Para ulama zaman itu memiliki perpustakaan yang isinya mencapai ribuan buku (berbagai sumber).

 

 

 
Copyright © 2019 SMA Al muslim - Tambun. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.